Filsafat Informasi (Pengantar)

Oleh Taufik Asmiyanto

Filsafat informasi adalah salah satu cabang dari payung besar filsafat yang keberadaannya boleh dikatakan baru. Kemunculan filsafat ini dipicu terjadinya revolusi informasi yang mengakibatkan informasi dan TIK masuk ke dalam setiap dimensi kehidupan masyarakat dan menimbulkan persoalan tersendiri. Persoalan ini kemudian menimbulkan pertanyaan mendasar yang sama halnya akan diajukan pada cabang filsafat yang lain, yakni model pertanyaan awal yang diajukan Socrates “ti esti…?” (“apakah itu…?”), “apakah hakikat informasi?”. Pertanyaan ini menunjukkan pada kita ada persoalan baru yang membutuhkan jawaban yang pasti, jelas dan lengkap yang mengindikasikan kemunculan suatu bidang baru.

Luciano Floridi mencatat setidaknya terdapat dua fokus utama dalam penyelidikan filsafat informasi, yakni: pertama, penelitian kritis mengenai konsep dan prinsip dasar informasi, termasuk dinamika, penggunaan, dan keilmuan, dan; kedua, elaborasi dan penerapan teori dan metodologi komputasi pada permasalahan filsafat. [1]

Secara umum, Floridi melihat bahwa bidang filsafat informasi bertujuan untuk mengembangkan rumpun teori yang terintegrasi, yang membahas, mengevaluasi, dan menjelaskan beragam prinsip dan konsep informasi, dinamika dan pemanfaatannya, dengan perhatian khususnya pada masalah sistemik yang muncul akibat perbedaan konteks penerapan dan relasi dengan konsep filsafat yang lain, misalnya pengetahuan, kebenaran, makna, dan realitas. Filsafat informasi memberikan penelitian kritis yang tidak sekedar dimaknai sebagai teori kuantitatif dari komunikasi data (teori informasi).[2]

Dalam perspektif dinamika informasi, setidaknya filsafat informasi memusatkan kajiannya pada soal:[3]

  • Susunan dan pemodelan lingkungan informasi, termasuk sistematika, bentuk interaksi, perkembangan internal, dan aplikasi serta hal yang lain.
  • Siklus hidup informasi, misalnya tahap-tahap pembentukan dan fungsional yang dilewati oleh informasi, dari awal sampai penggunaan akhir dan kemungkinan hilang; dan
  • Komputasi, baik pada proses algoritma dan proses informasi. Pembahasan mengenai komputasi merupakan bagian yang sangat penting. Pada bagian ini, sebenarnya, informasi telah mendapatkan sifat dari fenomena dengan berkembangnya sains dan teknologi komputasi dan TIK. Namun, filsafat informasi memiliki pemaknaan informasi melebihi komputasi sebagai topik penting dalam bidang ini karena menganalisis komputasi sebagai pengandaian dari informasi. Filsafat informasi memperlakukan “komputasi” sebagai satu satunya proses di mana informasi terlibat.

Sementara, dari sudut pandang lingkungan, filsafat informasi merujuk pada hal-hal yang memberikan panduan yang bersifat normatif mengenai apa yang dianggap sebagai informasi, dan bagaimana informasi harus secara tepat dibuat, diolah, diatur, dan digunakan.[4] Pilihan metode dan teori pada sains Informasi dan Komputer sangat dipengaruhi oleh filsafat informasi yang diadopsi oleh peneliti secara sadar maupun tidak. Sehingga penting untuk menekankan bahwa filsafat informasi mengevaluasi, membentuk, dan mempertajam dasar konsep, metode, dan teori dari sains informasi dan komputer. Jadi, filsafat informasi juga memberikan filsafat sains informasi dan komputer, sebagaimana jelas terlihat sejak awal perkembangan filsafat kecerdasan buatan (artificial intelligence).[5]

Pembahasan mengenai filsafat informasi, menurut Floridi, sebaiknya tidak terlalu memusatkan secara berlebihan terhadap aspek meta-teoritisnya yang dikhawatirkan dapat mengaburkan fakta penting bahwa perlu juga dan tentu saja sah membicarakan filsafat informasi dari para pemikirnya yang hidup berabad-abad sebelum revolusi informasi. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk mengembangkan pendekatan sejarah dan membahas evolusi diakronis filsafat tersebut, selama kerangka teknis dan konseptual sains informasi dan komputer tidak diaplikasikan secara anakronis, namun digunakan untuk memberikan metode konseptual dan sudut pandang guna mengevaluasi dengan refleksi terdalam yang dikembangkan menurut sifat asli, dinamika, dan pemanfaatan informasi sebelum revolusi digital. Hal ini secara signifikan dapat dibandingkan dengan perkembangan yang berlangsung pada area filsafat lain seperti filsafat bahasa, filsafat biologi, dan filsafat matematika.[6]

Apabila kita melihat secara seksama dari berbagai definisi informasi yang ada, dapat kita katakan bahwa sebenarnya filsafat informasi bukanlah sebuah area yang baru. Konsep sifat, dinamika dan pemanfaatan teknologi yang sudah dibahas dan muncul dari metode dan teori yang ditawarkan oleh sains informasi dan komputer dan TIK.[7] Perspektif ini mempengaruhi topik filsafat yang lain juga. Teori informasi dan metode, konsep, alat dan teknik dari komputasi telah dikembangkan dan diterapkan pada banyak area filsafat. Hal ini dilakukan dalam rangka: [1] memperluas pemahaman kita tentang kemampuan kognitif dan linguistik manusia dan binatang dan kemampuan artifisial dari intelegensia (misalnya pada filsafat AI (artificial intelligence); semantik teori-informasi; epistemologi teori-informasi dan pada semantik dinamika); [2] menganalisis proses inferensial dan komputasi (misalnya pada filsafat komputerisasi, filsafat ilmu komputer, logika alur informasi, logika situasi, logika dinamika dan beberapa logika modal lain); [3] menjelaskan prinsip pengelolaan kehidupan dan agensi (misalnya pada filsafat kehidupan artifisial, cybernetics dan filsafat automata; pada teori keputusan dan permainan); [4] menerapkan pendekatan baru untuk memperagakan sistem fisik dan konseptual (misalnya ontologi formal, teori sistem informasi, filsafat realitas virtual); [5] menformulasikan metode saintifik (misalnya pada filosofi ilmu pengetahuan, metode komputasi pada filsafat ilmu pengetahuan); [6] meneliti permasalahan etik (pada etika komputer dan informasi dan etika artifisial), permasalahan estetika (pada teori multimedia digital/hypermedia, teori hypertext dan kritik sastra) dan fenomena psikologis, antropologi, dan sosial yang menunjukkan karakteristik masyarakat informasi dan perilaku manusia pada lingkungan digital (cyberphilosophy).[8]

[1] Floridi, Luciano. (2011). The Philosophy of Information. Oxford: Oxford University Press. p. 1.

[2] Ibid. p. 14

[3] Ibid.

[4] Ibid. p. 15

[5] Ibid; Lihat Colburn, 2000.

[6] Op. Cit.

[7] Ibid. lihat juga pada Grim dkk., 1998 dan Greco, dkk., 2005.

[8] Ibid. p. 16

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *